Natal – Harapan Natal – [FINAL]

Rian

Pemain:

1. Rian – seorang pelajar yang sedang menghadapi tekanan akademik dan masalah di rumah.
(Yohanes 2) “Perkawinan di Kana” = perlunya Tuhan Yesus yang membuat anggur yang manis dalam kehidupan keluarga agar tercipta damai sejahtera dan sukacita sehingga anak-anak tumbuh tidak galau.

2. Maya – seorang pekerja kantor yang berjuang dengan kesibukan dan kelelahan.
Yohanes 4:14 = Perlunya Tuhan Yesus sebagai “air kehidupan” sehingga dapat mensyukuri apa yang didapat dengan tidak kelelahan dalam mencari uang.

3. Dani – seorang gelandangan yang merasa terabaikan dan kesepian.
Mazmur 55:23 = Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Setting: Suasana Natal dengan sebuah pohon Natal dan beberapa hiasan di latar belakang.

Ringkasan Cerita:
Sandiwara dimulai dengan munculnya Rian duduk di sebuah bangku taman. Ia terlihat gelisah dan sedih karena nilai ujian yang buruk dan situasi rumah yang tidak menyenangkan. Maya lalu masuk ke dalam panggung, sibuk dengan telepon genggamnya, dan memakai pakaian kerja yang rapi. Dani muncul, berjalan lewat, tetapi tidak diperhatikan oleh Rian dan Maya.

Tiba-tiba, Rian berteriak, “Tuhan, tolong aku! Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi!” Maya terkejut mendengarnya dan menyadari bahwa Dani juga ada di panggung. Ia mendekati Rian dan bertanya apa yang terjadi. Rian menceritakan semua masalahnya, sementara Maya diam-diam mendengarkan.

Kemudian, Maya mendekati Dani dan bertanya tentang hidupnya. Dani membagikan ceritanya tentang bagaimana ia kehilangan pekerjaan, keluarga, dan rumahnya. Maya merasa tersentuh oleh kisah Dani dan mulai memahami betapa berartinya bersyukur atas kehidupan yang ia miliki.

Maya mengajak Rian dan Dani untuk duduk bersama di dekat pohon Natal. Mereka membentuk sebuah lingkaran dengan Rian dan Dani memegang tangan sambil Maya berlutut di antara mereka. Maya memimpin doa sederhana, memohon perlindungan dan bimbingan bagi mereka. Semua ketegangan dan perasaan putus asa mereka mulai mereda.

Sepanjang doa, tetesan salju palsu (atau bulu-bulu kapas) mulai turun ke panggung, menciptakan suasana ajaib Natal. Ketika doa selesai, Rian, Maya, dan Dani berbagi senyum dan kehangatan. Mereka menyadari bahwa mereka tidak sendirian karena Tuhan ada di samping mereka sepanjang perjalanan hidup.

Sandiwara berakhir dengan mereka berbincang-bincang dan saling memberikan dukungan. Mereka menghampiri tempat Dani biasanya tidur dan memberikan makanan serta uang saku kepada Dani. Mereka berjanji untuk tetap bersama dan saling menjaga.

Dengan semangat Natal yang penuh harapan, mereka berdiri berdampingan di bawah pohon Natal sambil menyanyikan lagu Natal bersama. Panggung perlahan-lahan gelap dengan suasana semangat Natal yang hangat dan penuh rasa syukur.

—Akhir—

Dani
Maya

Oleh: Emmy Kho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *